LiterAksi (Literasi dan Aksi)
Langkah Nyata Membaca, Berani Beraksi, Wujudkan Murid Percaya Diri
Latar Belakang
Literasi merupakan salah satu fondasi utama dalam dunia pendidikan yang memegang peranan krusial dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang kritis, kreatif, dan berdaya saing. Kemampuan literasi tidak hanya terbatas pada aspek baca-tulis semata, melainkan mencakup kemampuan memahami, menganalisis, serta mengomunikasikan informasi secara efektif. Di era modern ini, penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah menjadi sebuah kebutuhan mendesak guna menumbuhkan minat baca peserta didik serta membekali mereka dengan kecakapan abad ke-21.
Namun demikian, tantangan di dunia pendidikan saat ini menunjukkan bahwa minat baca peserta didik seringkali masih perlu ditingkatkan, dan aktivitas literasi kerap dipandang sebagai kegiatan pasif yang monoton. Selain itu, kemampuan peserta didik dalam mengekspresikan pemahaman secara lisan (public speaking) serta melatih konsistensi dan disiplin diri memerlukan wadah pembiasaan yang terstruktur, terpadu, dan berkelanjutan di sekolah.
Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk Profil Pelajar Pancasila, SMPN 31 Surabaya mencanangkan sebuah inovasi program penguatan literasi yang komprehensif bernama “LITERAKSI”. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan memadukan dua konsep utama secara seimbang, yaitu Literasi (aspek membaca dan menulis mandiri) dan Aksi (aspek berbicara dan berbagi di depan publik).
Melalui program LITERAKSI, peserta didik dibiasakan untuk membaca buku secara mandiri di luar jam pembelajaran dan mencatat ringkasannya ke dalam Buku Jurnal Literaksi pribadi, sekaligus diberi ruang aktualisasi melalui kegiatan bercerita di depan kelas secara bergilir setiap hari Senin hingga Kamis. Dengan alokasi waktu yang terarah dan pendampingan guru pada jam pertama, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kedisiplinan, konsistensi, serta rasa percaya diri peserta didik, sehingga budaya literasi dapat berakar kuat dan membudaya di lingkungan SMPN 31 Surabaya
Tentang Literaksi
Tujuan Literaksi
Mengembangkan dan memperkuat budaya literasi yang komprehensif di lingkungan SMPN 31 Surabaya, serta membentuk peserta didik yang cerdas, disiplin, konsisten, dan memiliki keterampilan komunikasi publik yang baik melalui pembiasaan membaca, menulis, serta berbagi pengetahuan
Perubahan yang diharapkan bagi Siswa
- Terbentuknya Habitual (Kebiasaan) Positif: Siswa memiliki kesadaran dan disiplin tinggi untuk menjadikan membaca dan menulis sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan sekadar kewajiban sekolah.
- Peningkatan Keterampilan Berbahasa Secara Utuh: Siswa mengalami peningkatan signifikan pada empat aspek berbahasa sekaligus, yaitu kemampuan membaca (pemahaman isi), menulis (merangkum dalam jurnal), berbicara, dan menyimak (saat teman sebaya tampil bercerita).
- Penguatan Karakter dan Kepercayaan Diri: Siswa menjadi lebih berani, percaya diri (public speaking), serta terlatih untuk berdiri di depan umum guna menyampaikan gagasan atau informasi secara terstruktur.
- Perluasan Wawasan dan Pengetahuan: Dengan target membaca 1 buku setiap 3–9 hari, cakrawala berpikir siswa semakin luas dan kosa kata mereka semakin kaya, yang berdampak positif pada prestasi akademik secara keseluruhan.
Perubahan yang diharapkan bagi Perpustakaan
- Peningkatan Kunjungan dan Sirkulasi Buku: Perpustakaan Aksaratisa bertransformasi menjadi jantung kegiatan literasi sekolah dengan lonjakan tingkat kunjungan siswa yang aktif meminjam dan mengembalikan buku secara berkala.
- Optimalisasi Fungsi Koleksi Buku: Berbagai koleksi buku di perpustakaan menjadi lebih produktif dibaca dan dimanfaatkan secara maksimal oleh warga sekolah, tidak hanya tersimpan di rak.
- Penguatan Peran Perpustakaansebagai Pusat Belajar: Perpustakaan Aksaratisa semakin dikenal dan diakui peran strategisnya sebagai pusat sumber belajar utama yang mendukung pencapaian visi literasi sekolah.
- Penyegaran dan Pemetaan Koleksi: Pengelola perpustakaan dapat lebih mudah memetakan minat baca siswa berdasarkan isi Buku Jurnal Literaksi, sehingga pengadaan buku baru di masa depan dapat lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan dan selera baca siswa.
Cuplikan Literaksi
Galeri Kegiatan
Testimoni Literaksi
Dulu, literasi sering dipandang sebagai kegiatan pasif yang monoton. Namun, dengan menggabungkan kebiasaan membaca, menulis, dan sesi 'Aksi' bercerita di depan kelas, anak-anak kini jauh lebih aktif. Saya melihat perkembangan pesat pada kedisiplinan, keberanian berbicara di depan publik, serta rasa percaya diri mereka setiap minggunya

Sulthon Adi Syahputro, S.Pd.
Guru Bahasa Indonesia
"Dulu saya selalu grogi kalau harus tampil atau berbicara di depan teman-teman sekelas. Tapi sejak ada giliran bercerita di program LITERAKSI, rasa takut itu perlahan hilang. Karena saya menjadi terbiasa membaca dan mencatat ringkasannya di rumah, saya jadi lebih siap dan percaya diri saat menyampaikan isi buku di depan kelas."

Rosa Lindiah
Kelas 7H
"Yang paling saya suka adalah saat mendengarkan cerita teman-teman. Dari sesi 'Aksi' ini, saya jadi tahu banyak buku bagus yang belum pernah saya baca sebelumnya. Kegiatan ini bikin kita tidak cuma belajar membaca, tapi juga belajar saling menghargai dan mendengarkan ide orang lain."

Alis Handayani
Kelas 8I





